Sabtu, 12 Juni 2010

Quraisy

Quraisy adalah nama salah satu kabilah bangsa Arab yang ada ditanah Hijaz dengan Mekkah sebagai ibu kota Pusat Pemerintahannya. Dahulunya tanah Hijaz didiami oleh kabilah 'Jurhum'. Tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh berbagai kabilah untuk berjiarah Umroh dan melakukan ibadah Haji. Dikota ini sejak awal sejarah telah berdiri 'Rumah Tua' yang merupakan kiblat dari ummat Islam sejak nabi Adam. Al Quran menyatakan bahwa rumah yang paling mula pertama dijadikan tempat ibadah adalah yang terletak di Bakkah yaitu dataran rendah yang kemudian dikenal dengan Kota Makkatul Mukarromah. Perhatikan pernyatan al Quran dibawah ini :

QS.3/96 : "Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk ibadah bagi manusia ialah terletak di Bakkah yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh ummat manusia"

Al Quran dan fakta sejarah membuktikan bahwa pernyataan orang tentang Islam bahwa Islam merupakan agama baru adalah pernyataan dari orang yang ingin mengecilkan makna Islam sebagai diin Universal yang diciptakan Allah sebagai fitrah atau 'pasangan' dari naluri manusia

QS.30:30 Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama/Diin yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui

Jelas diin Islam itu diciptakan lebih dahulu oleh Allah sebelum manusia diciptakan, dan tidak ada perubahan dalam fitrah (diin) Allah itu, sayang kebanyakan manusia tidak mengetahui, yang mereka tahu diin Islam diciptakan untuk Muhammad.

Ka'bah adalah lambang dari ketauhidan ummat Islam diseluruh penjuru dunia. Setiap tahun disini berkumpul hamba-hamba Allah yang dinamakan ummat Islam untuk melakukan rukun Islam yang kelima yaitu Hajji. Hajji adalah ibadah yang paling lengkap. Artinya semua rukun Islam ada didalam manasik atau rukun Hajji. Jika demikian, tak dapat dibantah, bahwa sejak dari Adam apa yang disebut arkanul Islam itu sudah ada. Didalam Hajji ada syahadah tauhid dan syahadah para Rasul sesuai dengan zamanya. Dalam manasik Hajji ada shaum, zakat mal, sholat wajib dan sunnah. Dan ingat, semua ini sudah ada sejak Rumah Suci ini ada di Bakkah.

Ibadah maghdoh atau ritual ini tak pernah terputus dilakukan orang setiap tahun. Demikian takbir Haji :Labaik Allahhumma labaik, la syarikalakal labaik, innal hamda wal nikmata, walakulmulk dst..." adalah diucapkan para jamah Haji setiap tahun sejak didirikannya Ka’bah, demikian sholat yang dilakukan manusia sekarang bukan Muhammad yang mengajarkan tetapi sudah dilakukan orang sejak didirikan rumah tua di Bakkah.

Nabi Ibrahim aslinya bukan suku Jurhum, tetapi ia adalah orang Babylonia yang ada didaerah Irak. Tatkala Ibrahim diangkat sebagai Nabi, karena da'wahnya mengajak orang untuk mengkafiri thoghut maka ia diusir han hijjrah ke Kanaan di Negeri Syam, daerah sebelah uatara Jazirah Arab. Karena dimakan jaman, kesucian Baitullah sudah terkontaminasi dengan budaya syirik (budaya lokal/nasional) sehingga Ibadah Hajji menjadi kehilangan makna sebagai Buniyal Islam. Tatkala Ibrohim mengunjungi Mekkah bersama istri dan anaknya Ismail yang dikala itu sudah berumur lebih dari 20 tahun, ia kemudian menempatkan Siti Hajjar dan Ismail menetap dikota Mekkah ini, sedang Ibrohim sendiri kembali ke Kanaan.

Perlu diketahui bahwa Ibrahim saat itu bukan orang kebanyakan seperti yang dipahami orang selama ini tetapi beliau adalah pemimpin dari suatu kekuasaan yang amat besar yang berpusat di Kanaan. Quran menyatakan hal ini sebagi berikut

QS. 4:54 ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya ? Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan ang besar. (mulkan adziman)".

Itulah Ibrahim yang kurang dikenal identitasnya oleh manusia sekarang ini, yang oleh kebanyakan ‘cendekiawan’ hanya digambarkan sebagai pendakwah untuk segelintir kaumnya.

Sekali lagi, Ibrahim datang ke Kota Makkah tatkala Ismail sudah dewasa (fallamma balagho ma'ahussa'ya" Lihat QS. 37:102 :
Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".- ".

Balagho (baligh) yang terkandung didalam al Quran adalah baligh dalam pengertian siap menerima wahyu, seperti Nabi Muhammad SAW yang menerima wahyu pada umur 40 tahun :

QS. 46:15 : Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo'a: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni'mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri

Jadi Ismail dikorbankan (disuruh berjihad bukan disuruh menyerahkan lehernya) dan kemudian dikirim ke Mekkah bukan masih orok seperti diyakini dalam dongeng-dongeng kebanyakan orang . Setelah Ismail berhasil ‘membersihkan Mekkah’. Lihat QS.2/124-125 (berikut penjelasannya dari Departemen Agama) :

QS. 2:124 Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji [87] Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku". Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim".

[87] Ujian terhadap Nabi Ibrahim a.s. diantaranya: membangun Ka'bah, membersihkan ka'bah dari kemusyrikan, mengorbankan anaknya Ismail, menghadapi raja Namrudz dan lain-lain.

2:125 : Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud".

Pada suatu saat kemudian Ibrahim kembali lagi kesini dan kala itu Ismal sudah menikah dengan gadis suku Jurhum. Kedatangan Ibrahim kali ini adalah untuk melaksanakan perintah Allah : mengembalikan Ka'bah sebagai pusat ibadah Hajji yang bersih dari kemusrikan."Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail :"Bersihkan RumahKu untuk orang-orang yang thawaf, i'tikaf yang ruku' dan sujud"(lihat QS.2/125 diatas). Sesuai dengan footnote dari al Quran terbitan Departemen Agama, membersihakan disini bukan menjadi marbot, tetapi membebaskan kemusrikan penguasa Ka'bah supaya Allah ridlo pada ibadah maghdoh tersebut. Bandingkan apa yang dilakukan oleh Ismail dengan ibadah Hajji dicontohkan oleh Muhammad SAW yaitu baru dilaksanakan setelah Mekkah direbut kembali dari tangan kaum musrik !

Kekuasaan Ibrahim di kota Mekkah ini dilaksanakan oleh anaknya Ismail serta temurun sampai pada garis keturunan Qushay (400M), Abdul Manaf (430M), Hasyim (497M) Abdullah (QS.545M) dan Muhammad (571M). Dengan demikian jelas sekali bahwa suku Quraisy adalah keturunan dari Nabi Ibrahim dan Ismail dengan istrinya dari suku Jurhum yang mewarisi ajaran Islam Nabi Ibrahim. Artinya Diin Al Islam yang menyangkut masalah ritual maghdoh bukan barang baru bagi Quraisy apalagi kalau dikatakan bahwa suku Quraisy pada waktu itu penyembah paganisme (berhala) yang dipajang sebanyak 350 buah disekitar Ka'bah,

Tentang banyaknya berhala ini, sebenarnya ini adalah ceritera yang disalin dari para ahli kitab tentang suku Quraisy. Orang Yahudi sesungguhnya sangat kental aqidah Tauhidnya dalam arti hanya Allah saja yang wajib ditaati dan diibadati, dan mereka sangat membenci kemusrikan. Sejak Nabi Ya'kub, Allah mempercayakan misi kenabian dan kerasulan kepada Bani Israil, yang beraqidah bahwa orang diluar mereka adalah orang musrik.

Kemusrikan suku Quraisy bukan karena mereka menyembah berhala sebagaimana penulisan sejarah yang dominan, tetapi kemusyrikan orang-orang Quraisy karena mereka rajin melakukan ibadah ritus seperti sholat, hajji, shaum, zakat dan bersumpah atas nama Allah, namun mereka sangat kental dengan faham 'ashobiyah' dan sangat bangga dengan budaya nenek moyang mereka :

QS. 5:104 Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul". Mereka menjawab: "Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya". Dan apakah mereka itu akan mengikuti nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk ?.

Dan oleh karenanya mereka tidak mau taat kepada Hukum atau diin Allah sebab mereka telah mempunyai aturan-aturan sendiri didalam mengelola kehidupan mereka.

Penguraian latar belakang suku Quraisy ini dimaksudkan untuk melihat hubungan Kabilah ini dengan Ka'bah, missi kenabian dan Diin Islam, sehingga apa yang dimaksud oleh isi dari surat Al Quraisy menjadi proporsional.

Surat Al Quraisy (QS.106)
QS.106/1 :"Sudah menjadi kebiasaan Quraisy"
QS.106/2 :"Kebiasaan mereka untuk mengadakan perjalanan dimusim dingin dan dimusim panas (rihlah).

Kabilah Qurais berdiam di tanah Hijaz yang terletak diantara dua pusat kegiatan ekonomi, yaitu negeri Syam dan Yaman. Karena negeri ini negeri yang beriklim tropis, Mekkah memiliki dua musim yaitu musim panas dan musim dingin. Adanya dua musim ini menimbulkan kegiatan ekonomi yang berbeda. Jika musim dingin orang Quraisy akan pergi ke utara membawa dagangan atau komoditas yang diperlukan dimusim dingin dan pada waktu pulang mereka membawa komoditas yang diperlukan oleh orang-orang Yaman yang pada saat itu sedang musim panas.

Letak kota Mekkah yang berada ditengah-tengah Yaman dan Syam serta adanya sumber mata air zam-zam yang tak pernah kering serta adanya rumah peribadatan Ka'bah menyebabkan kabilah Quraisy tidak pernah dilanda resesi kelaparan atau resesi ekonomi maupun gangguan keamanan. Semua itu adalah berkat pertolongan Allah yang mengirim Nabi Ibrahim dan Ismail kesini dan memugar kembali Ka'bah sebagai sarana Hajji dengan cara yang benar dan bersih dari segala bentuk kemusrikan. Tidak ada alasan sebagai Kabilah Quraisy untuk menolak Islam yang ditawarkan oleh Muhammad sebagai keturunan dari Nabi Ibrahim dan Ismail

QS.106/3 :"Maka seharusnya mereka mengabdi kepada pemilik Rumah ini (Ka'bah)
QS.106/4 :"Yang memberi makan kepada mereka dari kelaparan dan memberikan keamanan mereka dari ketakutan.

Bangsa Quraisy adalah Kabilah yang paling dihormati oleh Kabilah lainnya bangsa Arab. Kelebihan bangsa Quraisy adalah sikap kepribadian mereka yang sangat menghormati tetamu dan membela orang yang tertindas. Mereka pada umumnya orang-orang yang terdidik dengan baik. Pengetahuan mereka terhadap nilai-nilai kebudayaan sangat tinggi terutama dalam hal ilmu bahasa dan kesusasteraan. Dari segi bahasa, dapat dibuktikan dengan bahasa al Quran yang sekarang ini. Sampai hari ini tak ada bahasa didunia yang mampu menyaingin bahasa Arab, baik segi gramatikanya, perbendaharaan kata-katanya maupun seni sastranya. Jika suatu bangsa sudah menempatkan bahasa dan sastra sebagai ukuran 'kehormatan' dan 'keutamaan', dapat dipastikan bangsa itu adalah bangsa yang telah maju.

Dari segi kehidupan sosial kenegaraan, barangkali Kabilah inilah pelopor Demokrasi dan Hak Azasi Manusia. Betapa tidak, tatkala Imperium Romawi dan Imperium Persia masih menggunakan sistem kerajaan dan kekaisaran (meski pernah menggunakan konsep Republik dari Yunani), kabilah ini sudah memiliki 'Hilful Fudhul' dan Majelis Permusyawaratan Rakyat yang disebut sebagai 'Darun Nadwah'. Hilful Fudhul adalah semacam konsensus Nasional Bangsa Arab yang menjadi pemersatu kabilah yang tersebar dijazirah Arab yang luas itu. Boleh jadi seperti 'sumpah pemuda' atau bhineka tunggal ika' dinegeri ini. Kemanan seseorang di Arab sangat terjamin, sebab salah satu pasal dari Hilful Fudhul ini menyatakan bahwa apabila salah seorang warga dari suatu Bani dianiaya, maka Bani yang lainnya akan memerangi Bani yang berbuat dzolim.

Sistem pemerintahan Mekkah sudah sangat maju, mereka sudah membagi urusan Negara dalam Departemen-Departemen khusus yang mengurus bidangnya masing-masing, Misal :

o Departemen Al Siqoyah adalah yang bertanggung jawab pengadaan air terutama bagi jamaah haji,

o Departemen Al Qiyadah adalah departemen yang mengurusi peperangan,

o Departemen Ar Rifadah adalah yang bertanggung jawab mengurusi makanan terutama jamuan jamaah haji yang dating dari luar negeri,

o Departemen Al Imrah yang mememlihara kehormatan Ka’bah di Masjidil Haram dan menjaga ketenteramannya, melarang orang berbuat tak sesnonoh dan berbicara kotor saat beribadah,

o Departemen As Sidanah iyalah yang mengurusi keamanan rumah suci Ka’bah dan yang memegang kuncinya,

o Departemen An Nadwah ialah yang mengurus semua urusan ketata negaraan, peraturan dan undang-undang dll.
Mereka tidak pernah mengambil suatu keputusan secara sepihak, segala urusan negara disidangkan dalam Darun Nadwah dan keputusan yang diambil akan dihormati oleh semua golongan. Budaya tulis menulis sudah menjadi bagian budaya mereka ratusan tahun silam sebelum kedatangan Nabi Muhammad.

Pola pikir 'Israiliyah', ‘orientalis’ dan 'liberalis' yang justru dianut oleh kebanyakan ummat Islam yang sengaja memberikan gambaran kontradiktip tentang bangsa Arab, khususnya suku Quraisy ini. Mereka digambarkan sebagai suku nomaden, yaitu suku yang hidupnya berpindah-pindah dengan caravan dan tenda-tenda kulitnya dipadang pasir. Mereka juga mengatakan bahwa bangsa Quraisy tidak mengenal Allah, tidak pernah sholat, sholatnya kalaupun ada lain dengan sholat kita, kalau naik haji suka telanjang dst..

Sifat bangsa Arab dikatakan sangat barbar dan suka merampok dan menyamun. Merendahkan martabat kaum wanita dengan tidak boleh keluar rumah dan memakai cadar. Suka beristri banyak dan menguburkan anak perempuannya dsb (lantas mereka kawin dengan siapa kalau generasi perempuannya dihabisin ?). Sehingga mereka menganggap al Quran itu hanya cocok untuk orang barbar semodel Quraisy, tidak relevant lagi buat manusia modern. Begitulah gambaran orang tentang bangsa Arab yang dipoles oleh para orientalis Yahudi dan bahwa oleh penulis-penulis Muslim sendiri. Dari sini berkembang logika : Jadi agama Islam dengan al Qurannya yang tebal itu untuk mengobati bangsa seperti ini : bangsa Nomaden yang buta huruf. Mengapa al Quran turun di Arab ? maka kilah mereka : karena Arab bangsa bodoh, primitip dan sangat jahat, sedang bangsa-bangsa lain diluar Arab seperti bangsa Yahudi, Romawi dan Persia adalah bangsa yang berbudaya dan sudah beradab. Kepercayaan seperti ini sangat kental misal diotak Ulil Abdala cs dengan Jaringan Islam Liberal-nya, sehingga menggambarkan al Quran sudah tidak relevan lagi sebagai hukum bagi manusia modern. Mereka justru ingin mengembalikan kehidupan manusia memiliki kehidupan model Abu Jahal dengan pluralisme kebangsaannya, demokrasi dan tentu saja tidak menghendaki Allah 'campur tangan' dalam kehidupan manusia

Pada waktu Nabi Muhammad menawarkan Konsep Tauhid, Nabi menyatakan bahwa Islam adalah diin yang dulu diwajibkan kepada Nabi-Nabi, khususnya Ibrahim. Musa dan Isa bahkan sejak Adam dan Nabi Nuh. Tak ada perbedaan pada Nabi-Nabi itu, semua adalah Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul Allah yang diperintahkan untuk menegakkan syariah yang sama

QS.42/13. Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang diin apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu : Tegakkanlah diin dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik diin yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada diin itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (diin)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).

Khusus kepada bangsa Quraisy, Nabi Muhammad mengingatkan ada Doa Ibrahim dan Janji Allah kepada Ibrahim tentang akan dijadikannya Ismail memiliki keturunan banyak sebanyak bintang dilangit dan akan dibangkitkannya Rosul. Seandainya bangsa Arab khususnya Quiraisy, mau menerima misi Islam dengan mendukung perjuangan Nabi, maka dunia akan berada ditangan bangsa Arab dan Quraisy. Begitu Muhammad pernah berkata kepada pembesar Mekkah.

Maka Allah dalam surat Quraisy ini menanyakan sikap mereka yang menolak mentah-mentah kepada da'wah Nabi, padahal mereka bisa jaya karena disitu ada Ka'bah peninggalan dari perjuangan Ibrahim yang merupakan keturuanan asal dari bangsa Quraisy, dengan Ka'bah itu mereka menyelenggarakan haji dan 4 rukun Islam lainnya. Penolakan mereka sebenarnya bukan mereka tidak percaya ketauhidan yang dibawakan oleh Muhammad, tetapi kalau mereka merubah hukum konsensus yang mereka pakai dalam mengatur hidup dan kehidupan metreka sehari-hari maka berarti mereka akan kehilangan kekuasaan dan jabatan dan tentu saja penghasilan.

Nah fakta sejarah seperti ini sengaja dihilangkan untuk mengaburkan fungsi da’wah Nabi, dan sayangnya banyak yang merasa mengeri tentang al Quran justru mengaburkan fakta sejarah yang sangat penting ini. Lalu apakah tujuan dakwah mereka? Apakah untuk mencari kekayaan atau menceriterakan kebenaran ?

Ceritera-ceritera bahwa syahadat, sholat, puasa, zakat dan haji mereka lain dengan apa-apa yang dikerjakan manusia yang mengaku Muslim saat ini, adalah hanya dongeng-dongeng sebagai pengalih perhatian dari keadaan sebenarnya yaitu suatu bangsa yang berbudaya tinggi menolak pada ajakan Muhammad untuk hanya berhukum dengan Hukum Allah saja, karena mereka lebih suka dengan ajaran nenek-moyangnya yaitu berkehidupan dengan pluralisme dan demokrasi. Dan itulah yang dilakukan oleh kebanyakan pemimpin dunia saat ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar